Beberapa hari terakhir dunia makin aneh.
Amerika Serikat memblokir perairan Venezuela. Lalu tiba-tiba menahan Maduro, presiden Venezuela. Gila sih menurutku. Negara asing menahan presiden negara lain. Alasan resminya: memberantas kartel narkoba. Padahal setahuku, jalur utama narkoba ke AS itu bukan dari Venezuela, tapi dari Guatemala dan sekitarnya.
Rusia dan Cina langsung mengecam. Dunia makin ribut.
Maduro sendiri sebelum ditangkap pernah bilang kurang lebih begini: semua ini bukan soal narkoba, tapi soal minyak. Venezuela punya cadangan minyak terbesar di dunia. Cerita lama, kaset kusut. Mirip banget dengan kisah Saddam Hussein dulu. Alasan berubah-ubah, ujungnya tetap sama.
Yang bikin tambah menarik, sebelumnya kapal tanker raksasa Cina tetap santai menembus blokade laut Venezuela. Militer AS? Diam saja. Tidak ada tembakan, tidak ada aksi keras. Sepertinya Amerika mikir banget buat ribut sama Cina.
Di waktu yang hampir bersamaan, Cina melakukan latihan militer simulasi blokade laut Taiwan. Amerika langsung protes. Katanya mengganggu stabilitas kawasan. Lah… bukannya Amerika juga sering melakukan hal yang sama? Ini yang bikin banyak negara mulai melihat ada standar ganda.
Intinya: dunia makin gak pasti.
Kalau dunia makin tidak pasti, biasanya ada satu pola yang berulang terus sejak ratusan tahun lalu: emas naik.
Bukan karena emas keren. Tapi karena emas:
- tidak bisa diblokade
- tidak bisa disanksi
- tidak tergantung kebijakan satu negara
Sekarang harga emas sekitar 2,4–2,6 juta per gram.
Nah, ada saham tambang emas seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang harganya masih di kisaran 500-an.
Logika sederhana, dan ini catatan pribadi, bukan saran siapa-siapa.
Kalau emas naik dari 2,5 juta ke 5 juta per gram (kurang lebih 2x lipat), saham tambang bukan cuma naik 2x, tapi bisa lebih. Karena biaya tambang relatif tetap, sementara harga jual naik. Margin meledak.
Hitungannya:
- emas 2x
- PSAB bisa 4x
Makanya strateginya juga sederhana:
- beli sekarang
- kumpulin pelan-pelan
- batas akumulasi di Rp 1.000
- keluar di Rp 2.000 atau saat emas tembus 5 juta
Aku tidak tertarik nunggu puncak sempurna.
Pengalamanku, kalau sudah terlalu di puncak, biasanya malah jatuhnya terjun bebas.
Ini bukan trading. Ini bukan kejar cuan cepat.
Ini cuma caraku menaruh uang di tengah dunia yang kelakuannya makin nggak jelas.
Kalau salah? Ya sudah.
Kalau benar? Lumayan.
