Amerika Serikat ini memang negara arogan dan hobi bikin masalah. Minggu lalu menahan Presiden Venezuela dan langsung dikecam dunia internasional. Sekarang, giliran Greenland yang mau mereka kuasai.
Greenland itu wilayah yang nyaris selalu tertutup es, tapi justru menyimpan cadangan mineral yang sangat besar. Secara administrasi, Greenland berada di bawah kendali Denmark.
Perdana Menteri Denmark dengan tegas menolak rencana aneksasi Amerika ke Greenland. Katanya jelas: Greenland milik rakyat Greenland dan Denmark, bukan milik Amerika. Negara-negara Eropa—termasuk Inggris dan Prancis—ikut menentang. Denmark adalah anggota NATO. PM Denmark menegaskan, kalau Amerika nekat menguasai Greenland, NATO bisa bubar.
Ini gila sih. Ibarat satu geng, tapi ada satu anggota yang tiba-tiba mau merampok temannya sendiri.
Trump sebenarnya sudah lama menyatakan ketertarikan untuk “membeli” atau menguasai Greenland. Bukan soal mineral. Kalau lihat peta dunia atau globe, posisi Greenland itu strategis: berbatasan langsung dengan Rusia. Artinya jelas—Amerika ingin membangun pangkalan militer untuk menghalau, menekan, atau bahkan menyerang Rusia. Yang bagian terakhir ini analisis pribadi saya.
Kalau ditarik garis besarnya, semua ini soal arogansi Amerika. Amerika ingin tetap jadi nomor satu. Venezuela ditekan karena ada kepentingan Cina. Greenland ingin dikuasai karena Rusia. Polanya sama: Amerika tidak mau punya saingan.
Amerika tidak ikhlas kalau Rusia dan Cina suatu hari lebih maju. Tapi caranya licik—bukan bersaing sehat, melainkan melemahkan, menghancurkan, dan mengacaukan negara lain.
Yang bikin saya heran: kenapa sih nggak mikir buat bersatu saja? Kenapa nggak bareng-bareng memajukan peradaban manusia? Kenapa dunia harus terus dipaksa hidup dalam konflik karena satu negara takut kehilangan status nomor satu?
