Naik angkutan umum itu identik dengan orang gak punya duit. Karena kalau naik angkutan umum kesannya gak punya mobil atau motor. Gak punya mobil dan motor karena gak sanggup beli alias gak punya duit.
Gak sepenuhnya salah, gak sepenuhnya bener juga. Kalau gak punya kendaraan pribadi, memang pilihannya tinggal naik angkutan umum, jalan kaki, atau ngesot. Tapi banyak juga yang berduit bahkan punya kendaraan pribadi tetap naik angkot. Salah satunya saya.
Bisa tidur
Ini keistimewaan naik angkutan umum: bisa tidur. Kalau nyetir sendiri, pasti gak boleh tidur kan? Bisa nasuk portal berita kalau nyetir sambil tidur. Ujungnya pasti bikin kisruh. Kurang nikmat apa lagi, tinggal tidur langsung sampai tujuan.
Bisa ngalamun
Gak mau tidur? Bisa juga melek tanpa ngapa-ngapain dan berkhayal alias ngalamun. Kalau nyetir sendiri, beranu ngalamun, ujungnya bisa gubrak.
Bisa lihat pemandangan
Ngalamun jadi makin lengkap kalau ada pemandangannya. Pemandangan ini dalam segala hal ya. Mulai dari kondisi jalanan, lihat sungai yang dilewatin KRL, liat jemuran di samping rumah yang dilewatin KRL, sampai lihat Mbak Mbak berbaju kantor yang kepanasan naik motor dari dalam busway. Pokoknya, pemandangannya banyak.
Bisa produktif
Angkutan umum gak selamanya nelangsa. Apalagi kalau di kota besar. Biasanya angkutan umum sudah nyaman, pakai AC dan bersih. Saya sering membuat tulisan dan coret-coret rencana di KRL dan busway. Sebagian besar tulisan di blog Cocot ini ditulis di KRL dan busway.
Bisa menumpahkan ide gila
Kadang selintasan keluar ide sableng yang kalau diungkapkan ke manusia lain, kita bakal dianggap gila, atau gak mungkin. Tapi sekarang zamannya beda. Ada AI di genggaman tangan. Kita bisa diskusikan khayalan dan ide gila kita ke AI. Beberapa khayalan dan ide di kepala saya bisa terwujud setelah diskusi dan dimatangkan bareng AI.
Bisa ngeliatin manusia
Saya senang lihat orang. Gak cuma liat tampangnya, tapi lihat kelakuannya. Kadang saya lihat cewek yang dandan kayak karakter anime jepang. Aslinya fak cakep, tapi karena pinter menata muka dan baju, jadinya enak dilihat. Apalagi kalau sexy... hmmm...
Kadang saya lihat juga orang berantem di KRL. Biasa ini karena senggolan, atau kedesak. Lah.. kalau gak mau senggolan atau dempet-dempetan, jangan naik KRL. Naik taksi dijamin gak pepet-pepetan.
Bisa marahin orang
Hey.... bener-bener ya saya ini... hahaha... Tapi bener loh... kadang saya pengen iseng negor orang aja. Dan di angkutan umum sering dapet momen.
"YANG DI KANAN JALAN!!! KALAU MAU DIEM DI KIRI!!!" Kadang saya keluarin teriakan begitu di eskalator di peron stasiun. Kan sudah tertulis jelas, di kanan buat berjalan, di kiri buat diam. Jadi bisa negur. Soal teriak, kan ada alasan pemvenaran. Yang di teriakin jauh. Padahal emang pengen teriak aja. Hahaha...
Bisa selamatin bumi
Ini sebenernya klise sih. Siapa kita segitu besarnya buat selamatin bumi? Tapi beneran, naik angkutan umum bisa mengurangi beban bumi. Bayangin, kalau naik kendaraan pribadi, berarti tiap orang akan membakar bensin dan menghasilkan emisi. Emisi gas buang ini yang bikin bumi makin panas.
Kalau kita naik angkutan umum, setidaknya emisinya berkurang banyak. Tadinya satu orang naik satu mobil atau motor, sekarang naik satu kendaraan buat rame-rame. Berarti, emisibya berkurang. Karena emisi berkurang, bumi jadi gak terlalu gerah. Berarti kehidupan di dalamnya bisa lebih panjang umur.
Bisa jadi kaya
Naik angkutan umum kan identik gak punya duit, gimana bisa bikin kaya?
Naik angkutan umum itu artinya hemat bensin dibanding naik kendaraan pribadi. Buat gambaran, naik KRL dari Bekasi ke Sudirman cuma Rp 4.000. Kalau naik mobil, bensin setidaknya 2 liter. Kalau pakai pertalite berarti Rp 20.000. Belum tol Jakarta Cikampek Rp 9.500. Ngiritnya udah 86%. Ini belum itung parkir dan biaya perawatan
Kalau biasa keluar bensin 2 juta sebulan, berarti ini bisa nabung 1,8 juta sebulan. Setahun bisa nabung 21,6 juta. Itu dapet 1 motor listrik baru. Asyik kan?
Jadi... masih mau bilang naik angkutan umum gak asyik dan gak keren?

